أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tahrif, Ta’thil, Tamtsil

Faedah Kesepuluh

Sifat-safat Allah Tabaraka wa Ta’ala termasuk perkara ghaib. Kewajiban seorang manusia dalam hal perkara-perkara ghaib adalah mengimani apa adanya tanpa aharus meruju’ kepada sesuatu apapun selain nash.

Sesungguhnya akal tidak mungkin menagkap semua sifat ini yang khusus dimiliki oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam diri seseorang – umpamanya- terdapat roh (nyawa) yang tidak bisa hidup tenpanya, seandainya roh tidak berada dalam dirinya dia tidak akan bias hidup, dia tidak bias menggambarkan roh jika dia ditanya: “Apakah roh yang ada dalam dirinya itu? Tolong jelaskan tentang roh yang jika dicabut dari dirimu engkau akan menjadi bangkai kering dan jika roh tetap dalam dirimu engkau menjadi manusia yang berakal, bias memahami dan memiliki daya tangkap ini.” Niscaya dia akan terduduk dan memutar otaknya. Sungguh dia tidak akan pernah bias mensifatinya padahal roh merupakan satu hal yang dekat dengan dirinya, ternyata dia tidak mampu menangkapnya. Lalau bagaimana bias dia mencoa untuk mensifati Allah dengan sifat yang tidak pernah allah berikan bagi diri-Nya sendiri?

Faedah Kesebelas


Akal tidak memiliki peran dalam soal nama dan sifat-sifat Allah. Karena ruang lingkup penetapan dan penafian nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah terbatas berdasarkan wahtu. Sesungguhnya akal kita sama sekali tidak akan pernah bias memutuskan hokum atas Allah karena ruang lingkupnya terbatas pada wahyu.

Berbeda dengan al Asy’’ariyah, Mu’razilah, Jahmiyah dan sekte-sekte ahlu ta’thil lainnya yang menjadikan ruang lingkup penetapan dan penafian sifat berdasarkan akal. Mereka berpandangan bahwa apa yang ditetapkan oleh akal, maka kami akan menetapkannya entah itu telah ditetapkan Allah bagi diri-Nya ataukah tidak, dan apa yang dinafikan oleh akal, maka kami menafikanya meskipun Allah menetapkannya.

Faedah keduabelas

Tahrif artinya merubah. Tahrif bisaberupa perubahan lafadz (tahrif lafdzi) atau makna (tahrif maknawi). Pada umumnya tahrif lafdzi tidak terjadi, sekalipun terjadi itu pun hanya dilakukan oleh orang yang jahil. Namun tahrif maknawilah yang sering dilakukan oleh banyak orang.. ahlu sSunnah wal Jama’ah mengimani sifat yang Allah berikan kepada diri-Nya dan iman mereka ini bersih dari tahrif.

Faedah Ketigabelas

Salah satu bentuk kesempurnaan dalam berserah diri kepada Allah adalah anda tidak membahas perkara-perkara yang berhubungan dengan nama-nama Allah dan sifat-sfat-Nya dengan metode yang rumit, bahasa yang memutar-mutar dan sesuatu yang belum pernah ditanyakan oleh para sahabat. Pasalnya jika seorang manusia telah membuka satu pintu untuk mencelakakan dirinya, niscaya akan terbuka pintu-pintu lainnya dan runtuhlah segala benteng yang melindungi sehingga dia tidak mampu menguasai dirinya. Sehingga kewajiban kita adalah mengucapkan : “Kami mendengar dan taat hingga kami berserah diri”.

Faedah Keempatbelas

Tamtsil artinya mendatangkan contoh bagi sesuatu. Antara tamtsil dan takyif terdapat keumuman dan kekhususan yang bersifat mutlak. Karena setiap pelaku tamtsil adalah pelaku takyif pula dan tidak setiap pelaku takyif melakukan tamtsil dalam satu waktu. Karena takyif menyebutkan kaifiyah (bentuk dan cara) tanpa menyertakan contoh. Misalkan anda berkata kepada kepada saya: bentuk pena adalah seperti ini dan itu. Jika anda menyertakan contoh, maka hal itu menjadi tamtsil. Misalnya anda berkata bahwa pena itu seperti pena ini.

Ahlu sunnah wal Jamaah menetapkansifat bagi Allah tanpa contoh. Mereka berkata bahwa Allah ‘Azza wa Jalla memiliki sifat hidup nemun tidak seperti kita. Allah memilki ilmu namun bukan seperti ilmu kita. Allah melihat namun tidak seperti penglihatan kita. Allah memiliki wajah namun tidak seperti wajah kita. Allah memiliki tangan namun tidak seperti tangan kita, dan seterusnya.

100 Pelajaran dari Kitab Aqidah Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 31, 2008 by in Aqidah and tagged , , , .

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 142,655 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: